Mimpi Indahmu,


Merindukanmu menjadi awal cerita indah,

Saat malam tenggelam,

Aku mencari jawaban akan pertanyaanku,


Tentang hadirmu kini yang semakin nyata,

Tentang dirimu yang hilang,

Saat waktu berlalu tanpa melihatku,


Kemanakah kau akan berlari?

Apakah kau masih terdiam di bawah cahaya malam?

Apakah kau menunggu sebuah kepastian yang berbisik terbawa angin?


Jika memang ada kata yang ingin ku dengar,

Maka ku berharap kerinduanku ini,

Akan membawaku hadir ke dalam mimpi indahmu,





Krishna Anggara


Aku Masih Bermimpi,


Terdengar suara di pagi ini,

Membangunkanku membuka mataku,

Lalu ku mencari kabut biru yang menghilang,

Saat ku mulai tersadar dari sisa mimpiku,


Tak bisa ku meraih semua arti yang semakin sulit untuk ku pahami,

Memutuskan harapan indah,

Mengubah caraku melihat,


Hanya percayaku tentang akhir dari sandiwara ini,

Karena ku yakin,

Aku masih bermimpi,





Krishna Anggara







Bersembunyi dari Kelemahanku,


Terlalu banyak kata yang ku ciptakan,

Terlalu sulit arti yang harus ku rangkai,

Membayangkan hari esok,

Menungguku dengan hangatnya keheningan,


Aku melupakan semua,

Semakin ku teringat,

Maka perlahan ku coba untuk kembali terlepas,


Dengan keraguan yang terus mengikat,

Aku berlari,

Bersembunyi dari kelemahanku ini,





Krishna Anggara


Asa Dalam Jiwa,


Terbanglah bawa aku menjauh dari dunia yang tak bisa ku mengerti dengan harapan yang menjadi asa dalam jiwa rapuhku hilang tertelan oleh keinginan yang mengiringi setiap nafas ini terbungkam dalam sunyi yang kian merajai hariku seakan tak mampu lagi ku untuk berdiri bertahan dengan pahitnya penantian yang menjadi awal bagiku untuk melupakan semua cerita ini,





Krishna Anggara


Kau Tak Sendiri Lagi,


Tenggelam dalam rindu,

Terangkan gelapnya hatiku,

Saat terindah dalam hariku,

Kini hanya menjadi cerita,


Pergilah dan kembali,

Pastikan kau membawaku,

Menuju istana hatimu,

Yang tertutup oleh masa lalu,


Percayalah aku akan datang,

Saat kau bermimpi,

Saat kau berlari dari keadaan,


Yang bisa melumpuhkanku,

Meninggalkan sepi abadi,

Ku hanya ingin kau tak sendiri lagi,





Krishna Anggara


Menganggapku Kalah,


Untuk sementara aku pulang dengan sebuah kenyataan yang menganggapku kalah,

Mungkin aku sudah tak bisa mencoba lagi mendekat dan merasakan indahnya bersama,

Aku juga tak ingin melawan,

Tak ingin berhenti dengan keadaan yang sudah berlalu,

Dan kupastikan ini akan tetap terhenti dengan semua kekalahanku yang kini membuatku menghilang,





Krishna Anggara


Mimpi Burukku,


Sungai mengalir hanyutkan pasir berdebu,

Memudarkan warna cinta yang tak lagi bercahaya,

Biarlah air membawa semua kisahku,

Entah kemana dan tak ingin ku tahu,


Teringat jelas saat waktu terhenti,

Ku berlari menjauh,

Namun ku kembali terjatuh,

Dengan rindu yang selalu menghalangiku,

Kini telah hilang bersama semua mimpi burukku,





Krishna Anggara



Malam yang Terhapus,


Hapuslah namaku dan tulislah rasa ini dengan tinta putih yang menjelma menjadi malaikat bersayap terbang membawa semua inginku dan kembali hadirkan kesepian yang menghentikan langkahku saat ku ingin menggenggam tanganmu yang penuh dengan kebisuan akan diriku yang tak bisa melihat cahaya pelangi indah di malamku yang terhapus oleh namamu,





Krishna Anggara



Tanpa Suaramu,


Sunyi tertelan oleh waktu melihat bulan tertawa tanpa arti menepikan sepi yang menghiasi langit kelam bertabur mimpi terhempas senyuman lucu saat ku mencoba mencari kedamaian indah yang terhenti akan ucapan rindu melepaskan semua tanya tentang khayalku yang menghilang terbawa angin pagi menusuk lelahnya ku terdiam dalam kesunyian hadirmu kini tanpa suaramu,





Krishna Anggara


Sinar Kecil di Sudut Hatimu,


Jalan yang kini ku tapaki dengan langkah,

Seakan merangkai semua tawa indah darimu,

Merambat perlahan dalam irama jiwa,

Menyambut warna yang ceria menari menjadi satu,


Tersimpan inginku melawan semua rasa yang tenggelam,

Ketika sang mentari hadirkan candamu di malam ini,

Tak mampu ku memahami jarak yang semakin menghilang,

Seakan mencoba menjadi sinar kecil di sudut hatimu,





Krishna Anggara


Pangkuan Manis,


Hujan telah meneteskan air embun yang bersembunyi di sudut gelapnya pagi,

Mengusik setiap jiwa terlelap dalam bias cahaya malam bercampur pekatnya awan,

Menahan malaikat tuk terbang mencari alasan akan indahnya harapan yang ingin ku dengar,

Namun terhenti oleh hujan hingga mereka kembali dalam pangkuan manis alam bawah sadarku,





Krishna Anggara




Diberdayakan oleh Blogger.